Feeds RSS

Selasa, 18 Desember 2012

Difference (My first opus were made ​​into films)




heyyyyhoooooooo :D
kali ini gue mau ngepost tentang kesibukan gue selama 3 bulan ini.
yups! 3 bulan kemaren gue sama 11 orang sahabat sahabat baru gue emang lagi pada sibuk shooting buat penilaian Bahasa Indonesia.
hmmm, cerita dari film yg gue bikin ini tuh tentang perbedaan gitu. perbedaan sama org kaya dan org miskin. oh iya btw, naskahnya gue yang bikin loh. ada sedikit rasa bangga juga sih, soalnya karya gue di film-in huehe :D
nah sekarang gue mau share muka muka kita pas lagi shooting sekalian perkenalan tokohnya deh hehe..




1. Kevin Rama Putra, dia itu berperan sebagai Rangga a.k.a kakanya Ayu sama Kirana. Kevin tuh... Kevin ya Kevin -__- biasanya sih emang dia nih yang paling rewel banget kalo diajak shooting hehehe :D ngerengek minta pulang terus pasti ga pernah izin giti ke mamahnya kalo mau shooting, jd kalo misalkan kita mau shoot hari les ya kita TERPAKSA ngikutin dia deh pulangnya. Makanya anak2 pada kesel gitu sama dia kalo diajak shooting. Maap yah pin, ini cuma uneg uneg :D

 2. Dany Yulianingsih, dia berperan sebagai Ayu. Dany tuh sempet sakit tipis (read:thypus) pas shooting. Makanya kita sempet break sekitar seminggu nunggu sampe Dany pulih dikit. Dany tuh kalo udh ngomelin Syifa sama Kevin paling cetar membaday dan membabi rabun. Apalagi kalo Gera udh nyanyi "...tetes air mata..." kalo kata anak jaman sekarang sih kode. Tapi emang iya sih bener itu kode biar si kevin ga nangis.

 3. Ilham Dwiatmaja, dia berperan sebagai Deni. Dimana ada dia, disitu lah ada gue. Dia itu ceritanya jd gembel gitu sama kaya gue -_- tp kita ga ada hubungan darah kok (Alhamdulillah). Ilham itu ketua kelas dikelas gue. Dia itu bertanggung jawab lah ya.. Tp sayangnya dia punya kelemahan, ga tegaan . Ya, dia itu satu satunya org yang ga tegaan gitu sama makhluk sesama sejenis dan sekelamin (?)

 4. Elvira Putri Pembayun, itu sih gue -_- Gue ngambil peran sebagai Sari. Yuph! Seperti apa yang td gue katakan dinomer sebelumnya, dimana ada Ilham pasti ada Gue. Alhamdulillah gue masih bisa bagi waktu antara shooting dan urusan pribdi gue. Sampe bela-belain ga les coba!! Bayangin deh!! Gue itu yang paling egois diantara mereka (mungkin, menurut gue sendiri sih soalnya)

 5. Syifa Fauzi Arkham, dia berperan sebagai Kirana, adeknya Ayu sama Rangga. Dia yang rumahnya selalu dikorbanin buat nampung para gembel kalo lagi shooting di rel nih. Sampe gue sama vira nginep coba dirumahnya :--------------)

 6. Gunadi Wastanto, dia berperan sebagai Bang Biboy. Dia satu satunya preman yang tobat nih. Gugun juga nih yang rumahnya dipake buat shooting hehe :D



 7. Gledys Muli Tihang Rani Alwis, dia sebagai Kayla... dia juga selalu ada waktu buat shooting. Ga pernah ga ada dilokasi meskipun dia ga ada adegan, sama kaya gue -_-

 8. Desna Gera Andika, dia berperan sebagai Bintang. Dia juga sama Kevin nih, kalo shoot pasti suka minta pulang duluan. Tp gue maklumin sih soalnya dia jemput APIHnya.

 9. Rafi Alwan Riadhi, dia berperan sebagai Daffa. Dia orang paling pasrah sama keadaan dan waktu shoot.

 10. Bima Adi Saputra, dia berperan sebagai Putra. Dia sama kaya Rafi nih, pasrahan sama jadwal shoot.

 11. Ria Resty Amalia, dia berperan sebagai Kak Widie. Dia sama ya kaya mereka mereka yang selalu punya waktu buat shoot. Dia juga ngorbanin waktu lesnya nih demi shoot ini.

 12. Vira Hunaifah, dia berperan sebagai Sita. Dia selalu ada dibelakang gue selalu mendukung gue selalu bikin poster yang gede buat dukung gue. Ah lebay -_- Dia juga sama kaya gue sama ria selalu korbanin waktu les buat shoot ini.







Nah tadi kan udah tuh ya gue kenalin semua tokoh-tokohnya.
sekarang gue mau sedikit ceritain nih tentang jalan cerita dr film yg gue garap itu. asik.

film ini berceritakan tentang perbedaan sebuah kedudukan didunia. kedudukan bukan dalam moral dan perilaku, tapi kedudukan dalam sebuah kumpulan harta dari orang tua mereka. mereka selalu berteman dengan orang yang menurut mereka sederajat dengan mereka. terkecuali Putra dan Sita. mereka selalu berteman dengan siapa saja.. mereka tidak pernah memandang manusia dari harta yang dimilikinya. mereka mau berteman dengan siapa saja. hingga muncullah pertengkaran oleh ke 6 sahabat itu yang membuat mereka menjauhi Putra dan Sita....

udah ya, jgn dibocorin juga ceritanya hehehe :D
mau tau cerita lebih lanjut, bisa hubungi saya di,
email : elvira_p@rocketmail.com
twitter : @Pipooyyy
facebook : Elvira Putri Pembayun




ps: seneng sih, ah tp biarin aja itu jd masa lalu hehe:D

Senin, 10 Desember 2012

Dear Malam


Dear malam…
Dengan kegelapan mu, aku bersembunyi
Dengan kesunyian mu, aku terlelap
Dengan kemerlap bintang mu, aku memandang
Dengan cahaya bulan mu, aku tersenyum

                Dari masa depan, untuk masa lalu ku…
Malam ini aku kembali merindu
Merindu pada masa lalu
Yang tak pernah ku harapkann
Berjalan seiring denting waktu

                Kamu, masa lalu ku, masa indah ku dan masa luka ku…
Malam ini aku kembali teringan janji bisu mu
Malam yang menjadi saksi
Dengan pancaran sang bulan
Sang dewa pun mendengar

                Kepadamu, dewa kegelapan, saksi bisu janjimu…
                                Untuk kamu, masa kesedihan ku
Malam ini aku kembali membisu
Menatap sinar sang bulan, tanpa dewa
Menatap gemerlap bintang, tanpa kamu
Kamu yang mengajarkan ku menatap masa depan

Kamu yang mengajarkanku…
Mengajarkanku menggoreskan tinta,
Pada setiap kekosongan lebar putih yang tak bernoda
Kamu yang mengecewakanku

Kepadamu, aku berharap
Kepadamu, aku mencinta
Dan kepadamu, aku merindu

Rabu, 31 Oktober 2012

Sang Bulan (pengibaratan arti sebuah kasih sayang)



Dear diary, hari ini aku ingin berbagi kisah. 1000 kisah sederhana yang pernah ku lewati, dulu. Saat aku masih bermimpi menggapai bulan, pada saat itu aku masih merasakan kasih sayang mu yang begitu tulus. Setiap detik, setiap waktu kita lalui bersama. Dengan suka cita, dengan canda tawa, dengan penuh keceriaan kemudian melukiskan sebuah kenangan dan senyum indah yang tersirat pada bibir ini.
Perlahan…
Mimpiku untuk menggapai bulan mulai pudar. Layaknya kasih sayang kepadamu. Perlahan, namun tak pasti. Menunggu sesuatu dan waktu untuk aku mengutarakannya semua. Kamu? Tidak begitu.
Hingga saat ini, mimpiku untuk menggapai bulan telah hilang. Termakan oleh zaman.  Sama betul dengan perasaanku kepadamu yang lambat laun mulai hilang. Semua telah berujung pada waktunya. Waktu disaat aku harus menggoreskan tinta baru  untuk dunia baru, dalam hidupku.
Kini engkau benar-benar telah pergi. Terpisah  oleh beribu-ribu, bahkan jutaan bata merah yang membatasi jarak antara kita.
Sekarang aku sadar, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Jika memang benar begitu, mengapa kita harus dipertemukan jika kita juga dipisahkan?
Dan ternyata, engkau lah sang bulan yang tak pernah ku gapai.

Jumat, 21 September 2012

Draft


Aku memang tak setegar batu karang..
Aku memang bukan sesosok wanita yang kau inginkan..
Tapi jelas, aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri..
Entah apa alasannya..
Entah mengapa Tuhan menggariskan kisah kita seperti ini..
Tuhan tak pernah memberiku sedikit alasan untuk aku mencintaimu..
Tuhan tak pernah memberiku kesempatan untuk dapat tersenyum lepas saat bersamamu..
Entah mengapa aku terlalu larut pada rasa yang begitu dalam..
Entah mengapa namamu selalu terselip dalam setiap doa yang ku panjatkan..
Tuhan Maha Tahu..
Tuhan punya alasan mengapa aku begitu larut mencintaimu..
Bukan karena aku merasa yang paling sempurna dalam hidupmu..
Tetapi aku begitu tau, bagaimana rasa ini muncul dari lubuk hati terdalam..
Jika Tuhan memberikan pilihan, aku tak akan  pernah mau untuk terlanjur mencintaimu meskipun bahagia selalu menyertai kita..

Minggu, 19 Agustus 2012

KITA

Pecahkan saja gelasnya, agar tak ada yang bisa mengisi kekosongan itu.

Atau kita bunuh saja waktu, agar berhenti disaat kita sudah bersatu supaya kita tak akan terpisahkan.

 Janganlah kau bermuramdurja, biarkan aku berdiri kokoh disini. Menopang semua derita yang kau beri, kekasih. Hidupmu begitu lancang untuk seorang manusia, keluar masuk begitu saja bagai keset Mushola...

Mungkin aku tak cukup kokoh seperti batu karang, mungkin aku tak cukup tegar seperti daun-daun kering dalam musim semi, namun percayalah, aku bagaikan bintang, walau jauh namun sinarku cukup terang untuk menemanimu.

Beri aku sedikit bisikan nafasmu untuk mengawali hari-hariku. Bisikan aku dentingan suaramu untuk menyemangati hidupku. Dunia sudah goyah, tanpa kita –aku dan kamu-, dunia begitu sepi, tanpa kita –aku dan kamu-. Pancaran sinar kesetiaan dalam bola matamu begitu menyilaukan. Membuat aku mengerti arti cinta yang kau beri. Beri aku salam hangat dari setiap kata yang kau ukir.

Tak butuh untaian kata untuk melukiskan isi hatiku, cukup genggam kedua tanganku.. kau akan menjelajahi sebuah ruang hampa.. tanpa ada yang lain selain kamu, disitulah kamu harusnya berada.. dalam lindungan dan dekapanku...

Ah, untuk apa aku menjelajah kalau akhirnya ditinggalkan? Apa harus aku berdiam diri agar tak ada kejadian yang menyakitkan?

Takkan kau kenali diriku hanya dengan melihat, takkan kau kenali diriku hanya dengan ketulusan dan kelembutan dalam hatimu..  lihatlah aku, jelajahi hatiku, rasakan...  mungkin kau kan kenali diriku dari lubang-lubang hampa dalam hatiku..

Pecahkan saja semuanya.
Hancurkan saja harapannya.
Untuk apa  berlama mencari cinta. Hanya ketidakpastian yang ada. Untuk apa lama bertaham. Hanya kekecewaan yang dilimpahkan. Beguraulah dengan teman sebayamu, kelak kau akan merasakan apa yang kurasakan saat ini. Untuk sebuah pengorbanan yang tak terbalas.

Seekor siputpun akan meninggalkan cangkang apabila ia sudah tak mampu berada didalamnya. Jika tak mungkin bertahan, terbanglah... mungkin tiupan angin akan membawamu menuju dunia baru –tanpa aku-.

Terbang? Apa aku harus terbang bersama segumpal kekecewaan yang kau titipkan padaku? Untuk menjadikan aku manusia tergar bukan? Aku ini wanita yang datang mencari kebahagiaan, bukan sebongkah harapan.
Datanglah! Bila engkau menginginka kita –masih aku dan kamu- untuk kembali bersama.. Pergilah!  Bersama kebahagiaan barumu itu. Aku akan pergi mencari dunia baru tanpa tangis dan air mata.

Kita akan tetap begitu, musim berganti tak akan pernah merubah ukiran indah dalam hati kita.. walau kau telah bersamanya namun akar dari semua itu akan selalu menopang sebongkah pohon besar , walau akar tak pernah terjamah, tertimbun oleh daun-daun baru yang jatuh disekitar pohon.

Hancurkan saja pohonnya. Tumbuhkan pohon yang baru. Pohon yang lebih membuatmu bahagia. Bawalah akar ini kelak untuk pohon baru dalam hidupmu. Hanjurkan saja!! Hancurkan semua kenangan yang terukir didalamnya, aku tak butuh kekecewaan. Sudah cukup kau bermuram durja, tinggal waktu yang menjawab dari semua kerisauan yang ada.

Kau pernah mengisi hari-hariku.. memberi warna dalam hidupku, senyummu membuat bunga bermekaran dalam hatiku, namun... mengapa engkau memilihnya, bukan aku? Aku bukan sebuah berlian, namun bersamamu aku akan tetap abadi menjadi mutiara terang walau berada dalam lumpur.

Kita tak lagi sama. Berbeda untuk menjadi satu. Satu yang patut diperjuangkan. Berikan aku segenggam cahaya, untuk dapat menerangi hidup dari kegelapan yang selama ini kau beri. Cukup! Semua tak lagi sama. Biarkan aku sendiri disini sendiri. Berilah risai pelangi dalam hidupmu agar lebih berwarna, tanpa aku...

Apa tak ada celah dihatimu tuk menerima ku kembali? Apa ini akhir dari caramu untuk mencintaiku? Memberiku secercah cahaya bersama dengan sejuta kekecewaan? Aku bukanlah seorang pujangga, namun bersamamu dapat kurangkai berbagai kata dalam rasa.. Jika kau pergi, aku mungkin hanya seseorang dipersimpangan, akan kau sentuh dan akan kau tinggalkan, karena kau aku akan terus berjalan.

Tanyakan saja pada rumput ditaman, saksi bisu akan cinta kita –hanya aku tepatnya- percayalah, hidupmu lebih baik tanpa aku. Aku hanyalah benalu yang hanya bisa membuatmu malu. Terlalu banyak bualan yang terucap –meski dari bibirmu- biarkan aku menopang semuanya sendiri... Tanpamu...

Kehadiranmu membuatku merasa yakin, bukan untuk melupakanmu, namun tuk terus abadi bersamamu.. Kaulah yang pertama memberi arti luka dalam hidupku, memberi goresan indah dalam hatiku.. Selamanya akan tetap abadi walau dia telah temani aku, bukan ingin melupakanmu.. Namun berhenti menunggu kedatangan pelagi dibawah sinar rembulan.. Ku hanya ingin kau mengerti setitik rasa dalam hati ini..

Pergilah.. Bawalah cintaku sampai kau menemukan kebahagiaan baru. Kelak aku akan tetap menjaga cinta kita, sama seperti saat kau menjagaku, dulu...
Berhentilah! Berhenti untuk mencintaiku. Berikan goresan warna baru dalam lembar hidupmu..

Hidupmu? Percayalah aku sangat ingin menjadi bagian dari hidupmu.. menjadi bagian saat kau bersedih. Walau kau bersamanya, walau dia mencintaimu.. Percayalah, hanya aku yang paling inginkanmu, inginkan kau duduk disini, bersamaku.. Melukis indahnya kebahagiaan kita.

Kau tak kan pernah menjadi bagian dari hidupku.. Berikan aku bahu kekarmu saat aku menjatuhkan air mata, sebab karenamu. Percayalah kasih, cinta kita tetap abadi, sampai nanti :’)









Tertanda,
Elvira Putri  Pembayun & Alia Sufi Fatmawati

Sabtu, 04 Agustus 2012

Undeliv


Malam ini.. berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Aku hadir membawa bekas cinta dan luka yang kau berikan. Kasih, engkau yang melukiskan luka dihati kecil ini. Menyimpan sejuta kerinduan dan kenangan yang terukir dalam memori ini. Disini.. saat aku menuliskan ini, aku masih belum bisa percaya, kau bukan milikku, dan tak akan pernah menjadi milikku. Aku yang mencintai sejuta kekuranganmu. Aku yang mencintai beribu makna dihidupmu.

Kini, biarkan aku menyimpannya sendiri. Menyimpan rasa sakit yang kau beri. Biarkan aku menuliskannya diatas kertas putih ini. Kertas yang masih tak bernoda. Sama seperti hatiku, sesaat sebelum mengenalmu. Bertemu denganmu adalah sebuah kebetulan. Tetapi, bahagia bersama denganmu adalah anugerah terindah didalamnya.

Elvira Putri Pembayun

Jumat, 22 Juni 2012

Akulah Pengagummu


Aku disini hanya mampu berdiri tegar
Menopang semua yang ada
Semua beban derita yang ku terima
Semua beban derita yang kau beri

Aku disini hanya mampu berdiri tegar
Melihat kau tertawa disana
Melihat kau bahagia disana
Melihat kau bersama dia

Aku disini hanya bisa terdiam
Melihat semua derita mu yang ada
Melihat butiran yang jatuh dari matamu itu
Melihat semua yang tak mau ku lihat

Aku disini tetap akan terdiam
Menanggung semua resiko yang ada
Mengeluarkan air mata yang ku punya
Menaruh harapan pada sebuah kekecewaan

Aku akan terdiam
Menjadi wanita yang selalu menyayangimu tanpa kau balas
Mencintaimu tanpa kau tau
Menjadi pengagum indahmu dari kegelapan ku....

Selasa, 19 Juni 2012

Kalian Datang


Kalian datang
Datang disaat senja tenggelam
Disaat matahari enggan menampakan sinarnya
Disaat matahari tergantikan oleh bulan

Kalian datang
Disaat semua telah menjadi dusta
Disaat semua telah menjadi kekecewaan
Disaat semua telah terkubur menjadi kenangan

Kalian datang
Bukan untuk membawa kebahagiaan
Bukan untuk membawa kesedihan
Bukan untuk membawa kesunyian

Kalian datang
Bukan untuk memastikan keadaanku baik-baik saja kan?

Sabtu, 16 Juni 2012

Kita Sama

Sebenarnya aku terluka
Terluka karena cinta
Cinta yang telah tiada
Cinta yang ku puja

Sesungguhnya aku tak bahagia
Semua karena cinta
Karena cinta yang tak kau ucap
Karena kebohongan yang kau beri

Sejujurnya kau merasakan
Rasa yang ku rasakan
Mencinta tanpa dicinta
Berharap tanpa kasih sayang

Kita sama sama berdiri
Berdiri tegar pada sekeping harapan
Harapan yang tak pasti
Mengajarkan kita ketegaran

Kita sama sama berdiri
Berdiri kokoh pada sebongkah keyakinan
Berharap cinta kan terbalas
Berharap sayang kan terucap

Minggu, 10 Juni 2012

Demi Rasa


Saat semua telah terkubur menjadi sebuah kenangan
Hanya banyangmu lah yang biasa menemani hari kelam ini
Hanya bekas nafasmu lah yang masih terdesis ditelinga ini
Dan hanya kekonyolanmu lah  yang masih terekam jelas oleh memori kecil ini

Dari dirimu lah aku belajar mencinta
Dari dirimu lah aku belajar menyayangi
Dari dirimu lah aku belajar setia
Dan dari dirimu lah aku belajar bahagia


Demi janji yang pernah kau ucap..
Demi rasa yang masih membekas..
Demi rindu yang tak terbalas..
Dan demi kamu yang selalu ku puja hatinya..

Demi rasa..
Dan demi nama cinta...

Sabtu, 09 Juni 2012

Kesedihan


Sebenarnya aku hanya ingin bahagia
Meski mencinta tanpa dicinta
Sayang tak berharap dibalas
Bahagia bersamanya

Sebenarnya aku ingin berkata
Satu kata seribu makna
Dengan sejuta keindahan
Yang tak terbalaskan

Kau tahu siapa dia
Sebenarnya aku hanya ingin berbicara
Mengungkapkan semua
Semua tentang ini

Entah sampai kapan semua akan kau sia siakan
Sehingga menjadikan semua kenangan dan impian yang terkenang
Entah sampai kapan semua akan kau biarkan
Berkabung menjadi kesedihan

Sabtu, 19 Mei 2012

Surat Kegelapan

Untuk kamu, yang hadir saat gemerlap bintang.

Sayang..

Hari ini mungkin menjadi pengakhiran apa yang sudah menjadi bagian dari hidup kita -mungkin hanya aku-
Bukan hal yang mudah melepasmu ditengah kebahagiaan ini -sekali lagi aku tegaskan,hanya aku-

Apa perbedaan tidak dapat menyatukan kita?

Malam ini hanya air mata yang menghiasi sebagian dari wajahku, itu semua karena kepergianmu.

Engkau yang sudah terbiasa menjadi bagian kecil dari setiap hembus nafasku, kini pergi dan kembali pada kehidupanmu yang dulu tanpa ku minta.

Sampai saat ini, saat aku menuliskan ini, aku masih merasakan kebahagiaan yang biasa menyelimuti kehidupanku saat kau berada disini, disampingku.

Tanpa nafasmu, aku rapuh.
Tanpa suaramu, aku rindu.
Tanpa bayangmu, aku mencandu.

Cinta itu butuh pengorbanan ya?

Itu yang aku rasakan saat ini. Saat aku mengenal sesosok dirimu lebih dalam dan jauh lebih dalam dan saat itu pula aku menemukan setitik kebahagiaan yang hampir bisa kugapai.

Tuhan tidak menakdirkan kita bersama.

Dia hanya ingin melihat kita tertawa bersama bukan untuk bahagia bersama.
Tertawa dalam tangisan yang tak pernah kau lihat wujudnya, bukan?

Saat aku bertanya, sampai kapan cerita cintaku kau sia siakan hingga aku merasakan sakit yang teramat dan kemudian mengajarkanku arti sebuah ketegaran.

Saat aku memahami, engkau lah yang mengajarkanku arti kasih sayang dan sebuah kehilangan tanpa terbalaskan itu sudah lebih dari cukup dari semua pengharapanku sebelumnya.

Tuhan maha adil :')
Tau yang terbaik

Mungkin dengan kepergianmu Tuhan mengajarkanku rasa kehilangan sebagian dari nafas yang biasa memenuhi ruang pikiran ini.


Ah ternyata kau anugerah yang terindah.