Feeds RSS

Sabtu, 19 Mei 2012

Surat Kegelapan

Untuk kamu, yang hadir saat gemerlap bintang.

Sayang..

Hari ini mungkin menjadi pengakhiran apa yang sudah menjadi bagian dari hidup kita -mungkin hanya aku-
Bukan hal yang mudah melepasmu ditengah kebahagiaan ini -sekali lagi aku tegaskan,hanya aku-

Apa perbedaan tidak dapat menyatukan kita?

Malam ini hanya air mata yang menghiasi sebagian dari wajahku, itu semua karena kepergianmu.

Engkau yang sudah terbiasa menjadi bagian kecil dari setiap hembus nafasku, kini pergi dan kembali pada kehidupanmu yang dulu tanpa ku minta.

Sampai saat ini, saat aku menuliskan ini, aku masih merasakan kebahagiaan yang biasa menyelimuti kehidupanku saat kau berada disini, disampingku.

Tanpa nafasmu, aku rapuh.
Tanpa suaramu, aku rindu.
Tanpa bayangmu, aku mencandu.

Cinta itu butuh pengorbanan ya?

Itu yang aku rasakan saat ini. Saat aku mengenal sesosok dirimu lebih dalam dan jauh lebih dalam dan saat itu pula aku menemukan setitik kebahagiaan yang hampir bisa kugapai.

Tuhan tidak menakdirkan kita bersama.

Dia hanya ingin melihat kita tertawa bersama bukan untuk bahagia bersama.
Tertawa dalam tangisan yang tak pernah kau lihat wujudnya, bukan?

Saat aku bertanya, sampai kapan cerita cintaku kau sia siakan hingga aku merasakan sakit yang teramat dan kemudian mengajarkanku arti sebuah ketegaran.

Saat aku memahami, engkau lah yang mengajarkanku arti kasih sayang dan sebuah kehilangan tanpa terbalaskan itu sudah lebih dari cukup dari semua pengharapanku sebelumnya.

Tuhan maha adil :')
Tau yang terbaik

Mungkin dengan kepergianmu Tuhan mengajarkanku rasa kehilangan sebagian dari nafas yang biasa memenuhi ruang pikiran ini.


Ah ternyata kau anugerah yang terindah.



0 komentar:

Posting Komentar