Sayang..
Hari ini mungkin menjadi pengakhiran apa yang
sudah menjadi bagian dari hidup kita -mungkin hanya aku-
Bukan hal yang mudah melepasmu ditengah
kebahagiaan ini -sekali lagi aku tegaskan,hanya aku-
Apa perbedaan tidak dapat menyatukan kita?
Malam ini hanya air mata yang menghiasi sebagian
dari wajahku, itu semua karena kepergianmu.
Engkau yang sudah terbiasa menjadi bagian kecil
dari setiap hembus nafasku, kini pergi dan kembali pada kehidupanmu yang dulu
tanpa ku minta.
Sampai saat ini, saat aku menuliskan ini, aku
masih merasakan kebahagiaan yang biasa menyelimuti kehidupanku saat kau berada
disini, disampingku.
Tanpa nafasmu, aku rapuh.
Tanpa suaramu, aku rindu.
Tanpa bayangmu, aku mencandu.
Cinta itu butuh pengorbanan ya?
Itu yang aku rasakan saat ini. Saat aku mengenal
sesosok dirimu lebih dalam dan jauh lebih dalam dan saat itu pula aku menemukan
setitik kebahagiaan yang hampir bisa kugapai.
Tuhan tidak menakdirkan kita bersama.
Dia hanya ingin melihat kita tertawa bersama bukan
untuk bahagia bersama.
Tertawa dalam tangisan yang tak pernah kau lihat
wujudnya, bukan?
Saat aku bertanya, sampai kapan cerita cintaku kau
sia siakan hingga aku merasakan sakit yang teramat dan kemudian mengajarkanku
arti sebuah ketegaran.
Saat aku memahami, engkau lah yang mengajarkanku
arti kasih sayang dan sebuah kehilangan tanpa terbalaskan itu sudah lebih dari
cukup dari semua pengharapanku sebelumnya.
Tuhan maha adil :')
Tau yang terbaik
Mungkin dengan kepergianmu Tuhan mengajarkanku
rasa kehilangan sebagian dari nafas yang biasa memenuhi ruang pikiran ini.
Ah ternyata kau anugerah yang terindah.






0 komentar:
Posting Komentar