Feeds RSS

Rabu, 25 April 2012

Untuk kamu yang selalu kutunggu kehadirannya


Masih ingat aku?
Masih ingat kisah kita?
Masih ingat akan janji kita?
Masih kah kau mengharapkan kehadiranku dalam hidupmu?
Masih kah kau mengharapkan aku yang dulu kau harapkan dan selalu kau nanti?
Masih tersimpan kah semua dalam memori otak mu?
Disini... Malam ini... Saat ini...
Tuhan menyadarkan ku semuaaaaaa tentangmu...
Semua tentang kita, dulu.

Em, menunggu itu bukan hal mengasyikan yah ternyata. Dulu sabar sekali dirimu menghadapi tingkah laku ku yang ke kanak kanakan ini, cengeng dan suka ngambek.
Kamu bilang itu semua wajar kan, karena aku wanita. Aku tau, kamu bicara seperti itu karena kau menyayangiku, bukan? Tapi itu dulu.. Saat kita masih bersama dan kita masih satu sekolah. Ah aku ini manusia yang terlalu banyak berharap ya?

Em, apa kabar? Baik kan?
Sama seperti ku saat ini.
Terlalu banyak basa basi ya aku ini...

Em, aku merindukan kamu. Merindukan kisah kita.
Bahagia kah kau sekarang bersama kekasih barumu itu?
Selamat ya.. aku turut bahagia J
Oiya, gimana disekolah baru mu itu?
Enak? Atau malah membosankan? Sudah dapat berapa teman?
Kenapa? Kenapa aku bertanya seperti itu?
Itu karena aku tau kamu bukan lah lelaki yang pandai bergaul pada lingkukang baru.

Em, jangan lupa makan ya. Solat yang rajin. Masih ingin membahagiakan orangtuamu kan? Masih ingin menggapai cita-cita dan mimpimu itu kan?

Sudah lah, sampai disini saja yah tulisanku ini untukmu. Aku tak kuat menahan air mata yang sebentar lagi jatuh ini.

Jangan tidur larut malam ya, jaga dirimu baik-baik J

Sabtu, 21 April 2012

Love Or Friendship


Aku sedang bercinta dengan malam. Jemariku bergemerisik penuh berisik, sampaikan wujud sebuah rasa dari napas yang menyatu dengan detak jantungku. Tik... Tik... Tik... Terus saja berdetik, selaraskan dengan detak yang terhentak. Ah, kau... Aku menginginkanmu disini menemani sepi yang sudah tak lagi bisa kugeneralisasi. Hingga jemariku tak lagi ingin bisu-ungkapkan segalanya lewat bait-bait kerinduanku.

Berapa lama kita tidak bertemu?

Terpisah oleh jarak dan waktu.

Aku harap kau tak tertawa disana. Tak menganggap kata-kata ini dusta atau bujuk rayu tipu daya yang biasa dilakukan para wanita jahat. Tidak! Sungguh tidak seperti itu. Ini benar-benar perasaanku. Perasaan wanita biasa yang ingin menggapai cinta yang dicitakan ditiap detiknya. Perasaan wanita biasa yang... Ah, kau tahu, kan?

Apa yang tak kau tahu dariku?

Kurasa enam bulan bukanlah waktu yang singkat mengenal masing-masing diri kita.

Sebagai teman... Engkau salah satu yang terbaik yang pernah ada. Engkau yang selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang untuk kuajak bicara. Engkau, yang selalu sabar mendengarkan ceritaku yang tak lebih daripada sampah. Engkau, yang selalu teguh menjadi tempat bersandarku, di saat aku lelah atau terjatuh...

Tidak cukupkah semua itu menjadi alasan mengapa aku mencintaimu?

Kupikir, kau sedang menggelengkan kepala mengatakan cinta tak semudah itu hadir di jiwa. Lalu, dengan suaramu yang lantang itu, kau berujar padaku, "Mungkin dia salah memahami apa yang dia rasakan. Di tidak mencintai En. Di hanya merasa nyaman menjadikan En tempat persinggahan, tempat pelarian dari cinta Di yang sebelumnya karam. Di masih mencintainya. Dan, En tidak mau jadi tempat pelarian bagi Di..."

Tidak! Tidak seperti itu. Dia ada dimasa lalu, hanya masa lalu. Sementara itu, masa lalu tak lebih daripada sebuah mimpi dan, ketika kubangun, mimpi tinggal kenangan. Dan, kuakui, wanita tak bisa "menghilangkan" kenangan, apalagi yang pernah membuatnya sakit hati. Tapi, hanya sebatas itu. Sungguh. Waktu telah meluruhkannya.. Menjadi debu.

Ah, aku tak bisa memaksamu untuk mencintaiku...

What friendship mean? (Kau pasti terus bertanya ini).

Persahabatan kita menang sudah terjalin baik. Aku pernah mendengarmu menangis. Aku pernah mendengarmu marah, benci atau kesal pada apa yang terjadi dikehidupan sehari-harimu. Aku juga menemanimu tertawa, bercanda bersama. Sebenarnya itupun cukup bagiku. Malah, lebih dari cukup jika aku mempunyai seseorang yang bisa kuajak berbagi apa saja (meski dalam status sahabat). Tapi, kau tahu... Aku tak bisa mengendalikan hati, apalagi ego kewanitaanku. Ya, aku ingin memilikimu. Aku ingin aku yang menjagamu... Yang membuatmu tersenyum bahagia. Pepatah bodoh mengatakan cinta tak harus memiliki. Aku tidak setuju. Kalau cinta, milikilah. Trust that you are the right woman to be.

En... Kau bukan tipeku (sebenernya). Kau terlalu baik, aku lebih suka yang biasa-biasa saja. Tapi, kenapa aku mencintaimu?

Does loving have to have reasons? Somebody said, I love you because it's you. Another one said, I love you because that love it is. Then what about me?

Entahlah. Kau ingat saat aku main kerumahmu. Kau menyuruhku mengambil permen Kiss didalam toples (permen Kiss yang ada tulisan tertentu dibelakangnya). Pada kesempatan pertama, it said I love you. Kau yang sudah tau aku menginginkanmu, langsung menyuruhku mengulangnya. Tetap saja, yang kedua memunculkan kata be my love. Kebetulankan? Atau, memang alam semesta juga tahu perasaanku dan mengharapkan kita bersatu?

En... Kita satu SMA. Anehnya, kita baru kenal dan dekat akhir-akhir ini.

Pasti kau menggeleng dan bilang, "wanita juga harus jantan. Jika ingin mengungkapkan perasaan, ya, harus langsung dihadapan orang yang dicintainya." Lalu, bagaimana mungkin aku bisa mengungkapkannya secara langsung, apa aku harus datang menemuimu? Agar kau bisa tatap mataku untuk melihat kesungguhanku? Toh, aku sudah tak tahan mengungkapkannya. Maka, kutulis saja semua ini. Salah?

Ah, sudah, aku tak mau bersitegang denganmu. Meski kuakui, waktu-waktuku tampak lebih indah dengan "bumbu-bumbu" kebersitegangan itu. Sebab, itu waktu kita bersama. Kita bisa mengingat "kelucuan" kemarahan masing-masing.

Berjanjilah, kau akan tetap tersenyum setalah membaca semua ini. Dan, apapun itu, kita tetap bersahabat (meski aku berharap status kita bisa lebih daripada itu). Kau harus tetap semangat, ya, menjalani hari-hari dengan disiplin. Jangan lupa makan dan jangan tidur larut malam. Sudah, ah, semoga bisa ketemu nanti. Thanks.

Salamku yang tak pernah habis untukmu,
Elvira putri pembayun

Kamis, 19 April 2012

Sepenggal kisah? Mungkin tidak

Untuk yang ke XXXXX kalinya gua ngepost diblog dengan berbagai postingan ngga penting.

Dari yang gua sayang A sampe R, penyayang kan gua?!

Oke ini blog gua! Hak gua! Oke ?!

Langsung aja deh ngga pake basa basi karena gua benci menunggu dan basa basi (?)

Jadi gini...

Siang ini, jam segini, hari ini, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini..

Gua iseng baca blog orang, sebut saja pesal. Seorang lelaki sebaya yang dengan gua, satu sekolah dengan gua cuman beda bapak ibu dan rumah ._. ngga penting..

JADI ??!!

Jadi dia itu sering banget yang namanya manggil gua dengan sebutan “OLAY” yang ngga gua tau artinya, kalo nanya ke dia sih artinya panggilan buat abang abang tukang tambel ban-__-jaat kan?! Oke!

Jadi si pesal ini ceritanya tau nih tentang sebagian perjalanan hidup gua, mungkin dia terlalu sering memperhatikan gua dan mengikuti setiap kegiatan yang gua lakukan, maklum fans.

Si pesal ini punya blog yang ngga harus gua share linknya, dia ngepost tentang “EM” yang berisikan kisah gua. Dari yang gua begini sampe begitu hingga akhirnya gua menjadi seperti yang kalian ketahui ini.

Jahat yah dia? Jahat kan? Jahat dong! Secara dia mengangkat kisah gua tanpa izin dan persetujuan dari gua. Huft..

INI NIH YANG SEKILAS GUA BACA DIBLOG DIA !!!-_-

kalo ngga keliatan klik aja gambarnya

Ada lagi satu orang temen gua yang suka denger curhat akbar mamah dan aa di X4, sebut aja beshabie pake e. Dengan polos dan tanpa dosanya tiba tiba dia ngetweets. Dan itu membuat hati gua kembali tersayat sayat.

LIHAT TWEETSNYA !!!


kalo ngga keliatan klik aja gambarnya


Bagaimana gua tidak terharu da terduduk kalo begitu kelakuannya?!

Yampun temen kok begini semua-_-

Tuhan tau gua kuat yah J makanya Dia kasih gua cobaan yang BERAT bangedd double d.


Tapi sekali lagi gua ucapin makasih yang sebanyak banyakkkkkkkkkknya buat para jambaners yang selalu memberikan gua motivasi hidup, dan selalu menggelar curhat akbar untuk mengeluarkan uneg uneg X4 J

Rabu, 18 April 2012

Kisah? Bukan. Tapi pare yang sangat pahit

Pernah ngga ngerasain yang namanya “Cinta Bertepuk Sebelah Tangan” ?

Kalo engga, mungkin itu yang emang lagi bener-bener gua rasain banget.

Tau rasanya kan? Tersayat sayat broh-_-

Banyak hal yang bikin gua sayang sama dia. Oke itu gua akui. GUA SAYANG DIA.

Dia? Kan ngga sayang gua, jadi....

Jadi gua harus ngejauh dong.

Sebenernya ada beberapa hal yang ngga bisa dipungkirin juga kenapa gua ngga bisa ngejauh dari dia.

Mau tau?

Pertama, gua satu kelas sama dia, kedua dengan satu kelasnya kita itu otomatis bakal terjadi kontak sosial secara langsung dan ngga lansung. Belom lagi gua 1 pembimbing akademik sama dia. Banyangkan ajaaaaaa betapa beratnya beban hidup gua dimasa SMA ini.

Tapi semua beban ini ngga gua simpen sendiri kok. Banyak temen temen gua yang selalu setia mendengarkan setiap lika liku hidup gua. Betapa baiknya mereka bukan ?! Tuhan sayang gua kan ?! dibalik rasa sakit ini semua, masih banyak temen temen yang selalu support gua. Kasih semangat hidup ke gua. Masih sayang sama gua.

Keadaan gua kaya gini, yang marah siapa? Temen temen gua loh.

Gua disakitin, yang marah siapa? Temen temen gua juga.

Satu hal yang ngga bisa hilang dr hidup gua itu 1, KETAWA.

Yang gua denger dr mereka Cuma 1 emang “JANGAN PERNAH LU SEDIH DAN KETAWA LU HILANG CUMA GARA GARA HAL SEPELE INI”

Oke ngga ??!!

Oke kali ya menurut mereka hal sepele. Tapi disatu sisi ini tentang perasaan broh. Gua yg ngerasain dan gua yang harus terima resikonya. Ampun

Mungkin sekarang gua udah tau yg terbaik buat gua.

Big thanks to all my friends who have provided support and encouragement so that I could be like my current