Feeds RSS

Rabu, 31 Oktober 2012

Sang Bulan (pengibaratan arti sebuah kasih sayang)



Dear diary, hari ini aku ingin berbagi kisah. 1000 kisah sederhana yang pernah ku lewati, dulu. Saat aku masih bermimpi menggapai bulan, pada saat itu aku masih merasakan kasih sayang mu yang begitu tulus. Setiap detik, setiap waktu kita lalui bersama. Dengan suka cita, dengan canda tawa, dengan penuh keceriaan kemudian melukiskan sebuah kenangan dan senyum indah yang tersirat pada bibir ini.
Perlahan…
Mimpiku untuk menggapai bulan mulai pudar. Layaknya kasih sayang kepadamu. Perlahan, namun tak pasti. Menunggu sesuatu dan waktu untuk aku mengutarakannya semua. Kamu? Tidak begitu.
Hingga saat ini, mimpiku untuk menggapai bulan telah hilang. Termakan oleh zaman.  Sama betul dengan perasaanku kepadamu yang lambat laun mulai hilang. Semua telah berujung pada waktunya. Waktu disaat aku harus menggoreskan tinta baru  untuk dunia baru, dalam hidupku.
Kini engkau benar-benar telah pergi. Terpisah  oleh beribu-ribu, bahkan jutaan bata merah yang membatasi jarak antara kita.
Sekarang aku sadar, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Jika memang benar begitu, mengapa kita harus dipertemukan jika kita juga dipisahkan?
Dan ternyata, engkau lah sang bulan yang tak pernah ku gapai.

0 komentar:

Posting Komentar