Kepada kalian yang menumpuk disudut kelas
Kalian adalah kumpulan cat warna-warni yang kubutuhkan untuk memenuhi kanvas putih dihidupku. Itu yang kusadari sejak pertemuan pertama kita. Tapi, tentu saja saat itu aku tidak benar-benar menganggap kaliat cat, karena bahkan, aku sendiri belum mengenal huruf. Hanya saja perasaan itu masih terus kuingat. Kalian tahu, seperti cerita benang merah yang menyatukan dua orang sejauh apa mereka terpaut.
Aku tumbuh oleh senandung kisah-kisah kalian hingga rasanya aku tidak ingin menjadi dewasa selamanya. Tapi, itu mustahil, bukan? Karena itu, biarkan aku mendongeng untuk kalian saat ini.
Ketika itu, duniaku berwarna putih polos. Bahkan aku tak bisa bermimpi karena tak punya impian pun dongeng indah untuk ku khayalkan. Lalu, datanglah kalian dalam pelukan ibu.
Seribu kisah kalian merupa cat warna-warni dengan percikan aneka rasa . mejikuhibiniu seperti warna pelangi. Saat aku dirundung muram, kalian akan memercikan warna merah yang penuh semangat dan mengajakku berpetualang ke negeri fantasi, berkenalan dengan si penunggang naga yang memegang takdir dan menyelamatkan dunianya, hingga bergabung dengan Peter Pan dan kawan-kawannya di Neverland. Atau, kalian akan menyiramkan biru langit untuk meredam rasa emosiku. Menggores kuning, mengajakku ke dunia anak-anak yang ceria, bertemu dengan robot kucing yang melengenda dari negeri Matahari Terbit.
Bahkan, kalian punya banyak kisah saat aku dipenuhi dengan rasa bernama cinta. Aku seperti seorang putri dalam kisah klasik Disney yang tangannya kalian tarik untuk berdansa. Berputar ke kiri, aku menemukan cinta Lizzie Bennet da Mr. Darcil. Berputar ke kanan aku melihat seorang pangeran sedang mengejar Cinderella pada pukul dua belas malam. Melenggang ke belakang aku menemukan Belle mencium sang monster yang mejelma pangeran tampan. Namun, saat aku melenggang kedepan, kalian menyuguhkan kanvas kosong untukku. “Isilah dengan dongeng milikmu,” ucap kalian.
Ah, kalian benar-benar membuatku jatuh cinta. Tak ada jenuh bila kita sedang bersama karena kalian menunjukan bermacam ekspresi yang dimiliki dunia ini. Karena kalian mengajarkanku bagaimana meraih cinta, menghadap kesedihan dan rasa kesal serta mengejar impian.
Tapi, aku begitu egois. Cinta dari kalian tak akan pernah kurasa cukup. Itu sebabnya aku selalu memenuhi ruanganku dengan kalian. Kalian adalah tujuan pelaranku. Semakin lama semakin menumpuk memenuhi ruang kecil itu.
Dan, satu hari, diriku yang enggan menjadi dewasa ini tersadar bahwa cinta kalian tidaklah harus menjadi milikku seorang diri. Aku tidak ingin membiarkan kalian diselimuti debu atau mungkin basah terkena tetesan air hujan yang merembes dari atap rumah. Banyak yang membutuhkan kisah-kisah kalian diluar sana, mereka yang tidak tahu bagaimana harus meraih cinta yang terpendam sekian lama. Mereka yang dirundung duka dan kebencian dalam hatinya, mereka yang bingung akan mimpi-mimpinya.
Ah, kalian benar-benar membuatku jatuh cinta hingga aku ingin orang lain turut merasakan apa yang kurasakan tentang kalian. Jadi, aku menyebarkan cinta yang kudapat dari kalian.
Karena cinta adalah berbagi






0 komentar:
Posting Komentar